Ratusan Ribu Mobil Pabrikan Toyota & Daihatsu Kena Recall, Ini Penyebabnya : Okezone Otomotif

[ad_1]

JAKARTA – Pabrikan mobil Toyota dan Daihatsu mengumumkan recall atau penarikan beberapa produknya di Indonesia untuk perbaikan.

Hal itu dilakukan karena adanya masalah pada fuel pump (pompa bahan bakar) di 10 model Toyota yang dijual di Indonesia. Sementara Daihatsu akan melakukan recall tiga model yang beredar di Tanah Air.

Toyota Indonesia akan melakukan recall sebanyak 286.000 unit mobil, sementara Daihatsu sejumlah 97.290 unit. Fungsi fuel pump sangat vital karena memompa bahan bakar dari tangki menuju injektor.

Kerusakan pada komponen ini bisa dideteksi dari lampu indikator yang terus menyala pada dashboard bagian dalam sisi kemudi. Gejala lain yang menandakan adanya kerusakan pompa bahan bakar adalah mobil yang susah dinyalakan.

Baca juga: Volkswagen Recall 1.220 Unit Mobil di China akibat Masalah Transmisi

Toyota mengumumkan ada 10 jenis mobil yang di-recall : Avanza, Alphard (produksi 2017-2019), C-HR (2018-2019), Corolla (2019), Camry (2019), Voxy (2018-2019), Innova (2018-2019), Fortuner (2018-2019), Hilux (2019), Avanza (2017-2019), dan Rush (2017-2019).

Baca juga: Hyundai Recall Ratusan Ribu Unit Mobil Akibat Rentan Kebakaran Mesin

Tak hanya bermasalah di fuel pump, Toyota juga mengimbau pemilik Hilux dengan produksi Juni-Desember 2018 untuk melakukan pengecekan pada komponen brake booster. Hal tersebut disebabkan adanya potensi yang dapat memengaruhi mekanisme kinerja proses pengereman.

 Avanza dan Rush diproduksi PT Astra Daihatsu Motor (ADM), sedangkan Innova dan Fortuner diproduksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) . “Program recall untuk Innova dan Fortuner sudah dilakukan sejak Agustus 2020 lalu. Yang baru dari model lainnya,” ujar Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, Sabtu (20/3/2021).

Tak hanya di Indonesia, di India, Toyota juga melakukan recall Toyota Urban Cruiser. Mobil ini diduga bermasalah pada bagian kantung udara atau airbag. Komponen yang diduga mengalami cacat produksi yakni kantong udara di bagian pengemudi.

Sementara untuk Daihatsu, recall dilakukan untuk Xenia 53.246 unit periode produksi Oktober 2017-Juni 2019, Terios 41.152 unit (Desember 2017-Juni 2019), dan Sirion 2.892 unit (Januari 2018-September 2019).

“Kami merekomendasikan kepada pelanggan yang mobilnya termasuk dalam daftar program recall untuk dapat melakukan penggantian komponen ini agar kendaraannya selalu dalam kondisi prima untuk menghindari fenomena seperti mesin mati dan sulit untuk dinyalakan, mesin tidak bertenaga, RPM tidak stabil, dan indikator mesin yang menyala,” ujar Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi.

Untuk prosedur penggantian komponen ini, kata Bambang, Daihatsu akan menghubungi pelanggan yang kendaraannya masuk ke dalam program ini. Pelanggan juga dapat langsung memastikan secara mandiri apakah mobilnya masuk ke dalam program ini dengan mengunjungi website resmi Daihatsu.

Pada penggantian komponen ini, pelanggan tidak akan dikenakan biaya apa pun. Selain itu, proses penggantian komponen ini juga dapat ditunggu selama kurang lebih dua jam.

 “Sebagai bukti Daihatsu selalu mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan, Daihatsu melakukan program recall ini untuk menjaga mobil tetap aman dan nyaman saat digunakan,” ujar Bambang.

(amr)

[ad_2]

Source link

Leave a Comment