Kurang Tidur Bisa Gandakan Potensi Kecelakaan Mobil : Okezone Otomotif

[ad_1]

MENEMPUH perjalanan melalui jalur darat bagi sebagian orang memang menyenangkan. Namun, seringkali pengemudi kendaraan, terutama mobil terlalu memaksakan untuk mengemudi dalam keadaan mengantuk demi mencapai tujuan tepat waktu. Hal ini tentu sangat berisiko terjadinya kecelakaan.

(Baca jgua: Ini Data Indonesia Dapat Pulau Baru 2.000 Kali Luas daripada Sipadan-Ligitan)

Sebuah laporan dari AAA Foundation for Traffic Safety menyoroti bahaya yang mengancam jika mengemudi saat kondisi kurang tidur. Menurut temuan itu, pengendara yang melewatkan satu hingga dua jam dari tujuh jam waktu tidur, akan menggandakan potensi kecelakaan.

Dilansir dari Mental Floss, Rabu (16/12/2020), laporan itu berdasarkan data Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional pada kecelakaan yang melibatkan kendaraan derek dan/atau tanggap medis darurat. Pengemudi yang terlibat dalam insiden ini ditanyai berapa lama dia tidur dalam kurun waktu 24 jam sebelumnya.

Faktanya, semakin sedikit waktu tidur pengemudi maka akan risiko kecelakaan bertambah besar. Mereka yang hanya tidur lima sampai enam jam, hampir dua kali lipat risikonya terjadi insiden. Kemudian, bagi mereka yang tidur empat sampai lima jam berpotensi kecelakaan empat kali lipat.

(Baca juga: Hindari Motor, Mobil APV Terjun Bebas ke Muara Kali)

Sulit untuk mengukur kelelahan mengemudi. Menurut AAA Foundation, lebih dari separuh pengemudi dalam kecelakaan terkait kelelahan dilaporkan tidak memiliki gejala sebelum tertidur di belakang kemudi. Untuk perjalanan jauh, usahakan hindari mengemudi larut malam dan istirahat secara teratur setiap 100 mil atau lebih.

(amr)

[ad_2]

Source link

Leave a Comment